Inilah Doa Mendapat Malam Lailatul Qadar

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa doa yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berdo’alah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni.” (HR. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Para ulama menyimpulkan dari hadis di atas tentang anjuran memperbanyak doa “Allahumma innaka ‘afuwwun …” pada malam yang diharap terdapat lailatul qadar.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Doa di atas begitu jaami’ (komplit dan syarat makna) walau terlihat singkat. Doa tersebut mengandung ketundukan hamba pada Allah dan pernyataan bahwa dia tidak bisa luput dari dosa. Namun sekali lagi meminta ampunan seperti ini tidaklah terbatas pada bulan Ramadhan saja.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Jangan lupa dirutinkan selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan ini ya 🙂

Inilah Doa Mohon Ampun Atas Segala Kezaliman

Doa ini bagus sekali diamalkan dan dihafalkan, karena berisi permintaan ampunan kepada Allah atas segala kezaliman. Doa ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada sahabat yang mulia Abu Bakar Ash-Shiddiq.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, ia berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ajarkanlah kepadaku satu doa yang bisa kubaca di dalam shalatku.”
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Katakanlah: ALLOOHUMMA INNII ZHOLAMTU NAFSII ZHULMAN KATSIIROO WA LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLAA ANTA, FAGHFIR LII MAGHFIROTAN MIN ‘INDIK, WARHAMNII INNAKA ANTAL GHOFUURUR ROHIIM. (HR. Bukhari, no. 834 dan Muslim, no. 2705).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Keterangan doa:
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
INNII ZHOLAMTU NAFSII ZHULMAN KATSIIROO, artinya: aku telah menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang besar. Maksud zalim adalah menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Kezaliman yang paling besar adalah syirik kepada Allah, di bawahnya adalah dosa besar dan dosa kecil.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
FAGHFIR LII, artinya ampunilah aku. Maksudnya, tutupilah dosa-dosaku.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Dianjurkan untuk membaca doa ini sebelum salam. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengatakan bahwa doa ini bisa jadi dibaca ketika sujud atau setelah tasyahud akhir (sebelum salam).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Setelah mengetahui hal ini, hendaknya kita berusaha menghafalnya, mengamalkan, dan mengajarkan pada yang lain.
Semoga bermanfaat.

Onani Ataupun Masturbasi Dapat Membatalkan Puasa

Onani atau masturbasi adalah rangsangan fisik yang dilakukan terhadap kelamin untuk menghasilkan perasaan nikmat, mani ketika itu dikeluarkan paksa dengan cara disentuh atau digosok-gosok.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Ibnu Qudamah dalam Al Mughni berkata, “Jika seseorang mengeluarkan mani secara sengaja dengan tangannya, maka ia telah melakukan suatu yang haram. Puasanya tidaklah batal kecuali jika mani itu keluar. Jika mani keluar, maka batallah puasanya. Karena perbuatan ini termasuk dalam makna qublah yang timbul dari syahwat”.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Imam Nawawi dalam Al Majmu’ (6: 322) berkata, “Jika seseorang mencium atau melakukan penetrasi selain pada kemaluan istri dengan kemaluannya atau menyentuh istrinya dengan tangannya atau dengan cara semisal itu lalu keluar mani, maka batallah puasanya. Jika tidak, maka tidak batal”.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Intinya, onani menyebabkan puasa batal dan wajib mengqodho’, tanpa menunaikan kafarat.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Semoga bahasan singkat ini menjadi ilmu yang bermanfaat. Moga Allah memberi kita taufik untuk melaksanakan puasa dengan sempurna dan moga kita senantiasa mendapat taufik untuk meninggalkan yang haram. Aamiin.

Inilah Amalan Pemberat Timbangan

Dalam riwayat Tirmidzi (hadisnya dinyatakan hasan shahih) disebutkan pula hadis dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat selain akhlaknya yang baik. Allah sangat membenci orang yang kata-katanya kasar (Al-fahisy) dan kotor (Al-badzi)”.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Al-fahisy yang dimaksud dalam hadis di atas adalah orang yang mengeluarkan perkataan yang tidak enak didengar atau perkataan yang tidak pantas. Sedangkan Al-badzi adalah orang yang berkata kotor. Jadi, orang yang bisa menjaga perkataannya adalah orang yang akan berat timbangannya.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Semoga setelah mengetahui hal ini, kita bisa berhati-hati dalam berkata, serta berusaha memiliki akhlak yang baik.

Larangan Berbicara Ketika Khutbah Jumat

Jika imam telah memulai khotbah, maka hendaklah jemaah diam dan mendengarkan khotbah tersebut. Hendaklah mereka tidak ngobrol saat khotbah dan menjauhi perbuatan yang sia-sia. Hadis ini menunjukkan peringatan keras bagi orang yang bermain-main dengan tongkat saat khotbah. Perbuatan seperti ini disebut tercela dan sia-sia karena melalaikan dari mendengar khotbah Jumat.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Jika bermain-main dengan tongkat saja dianggap perbuatan yang sia-sia, bagaimana lagi dengan kegiatan lainnya saat khotbah yang lebih membuat lalai dari mendengar khutbah Jumat?!.
Tentu saja perbuatan itu lebih terlarang. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berbicara pada saat imam khotbah Jumat, maka ia seperti keledai yang memikul lembaran-lembaran (artinya, ibadahnya sia-sia, tidak ada manfaat). Siapa yang diperintahkan untuk diam (lalu tidak diam), maka tidak ada Jumat baginya (ibadah Jumatnya tidak ada nilainya).” (HR. Ahmad 1/230).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Siapa yang melihat orang lain berbicara saat imam berkhotbah maka hendaklah ia perintahkan saudaranya tersebut untuk diam. Cukup ia gunakan isyarat, tanpa berbicara ketika memperingatkan. Begitu pula ketika ada yang memberi salam saat imam khotbah, maka tidak perlu dibalas. Hal yang sama ketika ada yang mengajak salaman saat imam khotbah, maka tidak perlu ditanggapi. Di antara dua khotbah atau setelah selesai shalat, ia bisa jelaskan pada saudaranya tadi kenapa sampai ia tidak membalas ucapan salam atau menanggapi salamannya. Ia bisa jelaskan bahwa tatkala imam khotbah amat bahaya melakukan hal-hal tadi.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.

Hukum Mendengarkan Musik Saat Puasa

Yang dimaksud kata ‘az zuur’ adalah setiap kalimat yang memalingkan yang benar kepada kebatilan. Termasuk dalam kata az zuur adalah segala kalimat yang diharamkan seperti dusta, mencela, ghibah, namimah (mengadu domba) dan persaksian palsu.
.
Sedangkan yang dimaksud ‘mengamalkan az zuur’ adalah mengamalkan segala sesuatu yang diharamkan di dalamnya ada permusuhan yang timbul dari sikap zholim, khianat, penipuan, mengambil harta orang lain tidak lewat jalan yang benar, dan menyakiti manusia. Termasuk pula dalam hal ini yaitu melihat dan mendengar sesuatu yang haram seperti mendengar musik dan alat musik.
.
Adapun yang dimaksud ‘al jahl’ adalah perbuatan bodoh yang merupakan lawan dari ar rusyd (benar dalam perkataan dan amalan). Lihat Minhatul ‘Allam, 5: 38 karya Syaikh ‘Abdullah bin Sholih Al Fauzan hafizhohullah.

Semoga bermanfaat 
_____

Inilah Hukum Membatalkan Puasa Dengan Sengaja

Coba perhatikan peringatan bagi orang yang sengaja membatalkan puasa ini.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Abu Umamah menuturkan bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Ketika aku tidur, aku didatangi oleh dua orang laki-laki, lalu keduanya menarik lenganku dan membawaku ke gunung yang terjal. Keduanya berkata, ”Naiklah”. Lalu kukatakan, ”Sesungguhnya aku tidak mampu.” Kemudian keduanya berkata, ”Kami akan memudahkanmu”. Maka aku pun menaikinya sehingga ketika aku sampai di kegelapan gunung, tiba-tiba ada suara yang sangat keras. Lalu  aku bertanya, ”Suara apa itu?” Mereka menjawab, ”Itu adalah suara jeritan para penghuni neraka”.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Kemudian dibawalah aku berjalan-jalan dan aku sudah bersama orang-orang yang bergantungan pada urat besar di atas tumit mereka, mulut mereka robek, dan dari robekan itu mengalirlah darah. Kemudian aku (Abu Umamah) bertanya, ”Siapakah mereka itu?”
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
”Mereka adalah orang-orang yang berbuka (membatalkan puasa) sebelum tiba waktunya.” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya 7: 263, Al Hakim 1: 595 dalam mustadroknya. Adz Dzahabi mengatakan bahwa hadits ini shahih sesuai syarat Muslim namun tidak dikeluarkan olehnya. Penulis kitab Shifat Shaum Nabi (hal. 25) mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Lihatlah siksaan bagi orang yang membatalkan puasa dengan sengaja dalam hadis di atas, maka bagaimana lagi dengan orang yang enggan berpuasa sejak awal Ramadhan dan tidak pernah berpuasa sama sekali?!
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Astaghfirullah, ngeri ya..

Inilah 3 Bekal Untuk Dakwah Amar Makruf Nahi Mungkar

Ilmu haruslah ada sebelum amar ma’ruf nahi mungkar (di awal). Lemah lembut harus ada ketika ingin beramar ma’ruf nahi mungkar (di tengah-tengah). Sikap sabar harus ada sesudah beramar ma’ruf nahi mungkar (di akhir).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Pertama, bekal ilmu di awal. ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz mengatakan, “Barangsiapa yang beribadah pada Allah tanpa ilmu, maka ia akan membuat banyak kerusakan dibanding mendatangkan banyak kebaikan”. Begitu pula  Mu’adz bin Jabal pernah mengatakan, ”Ilmu adalah pemimpin amalan. Sedangkan amalan itu berada di belakang ilmu.”
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Kedua, lemah lembut di tengah-tengah amar ma’ruf nahi mungkar. Dalam amar ma’ruf nahi mungkar hendaklah ada sikap lemah lembut, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya jika lemah lembut itu ada dalam sesuatu, maka ia akan senantiasa menghiasinya. Jika kelembutan itu hilang, maka pastilah hanya akan mendatangkan kejelekan.” (HR. Muslim no. 2594).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Ketiga, bersabar di akhir. Setelah melakukan amar ma’ruf nahi mungkar, haruslah ada sikap sabar terhadap setiap gangguan. Syaikhul Islam mengatakan, “Setiap orang yang ingin melakukan amar ma’ruf nahi mungkar pastilah mendapat rintangan. Oleh karena itu, jika seseorang tidak bersabar, maka hanya akan membawa dampak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan”. (Al Amru bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil Mungkar, hal. 15-18, Mawqi’ Al Islam).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Ingat tiga bekal di atas ya saat hendak beramar ma’ruf nahi mungkar. Semoga bermanfaat 🙂

Doa Berlindung Dari 4 Perkara Pada Tasyahud Akhir

Ada doa yang disunnahkan dibaca setelah membaca tasyahud akhir sebelum salam.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian bertasyahud, hendaklah ia meminta perlindungan kepada Allah dari empat perkara dengan mengucapkan:
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MIN ‘ADZAABI JAHANNAM, WA MIN ‘ADZABIL QOBRI, WA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT, WA MIN SYARRI FITNATIL MASIIHID DAJJAAL
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.” (HR. Muslim, no. 588).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Penjelasan:
1. Seorang hamba yang beriman hendaklah meminta perlindungan pada Allah dari Jahannam.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
2. Siksa dan nikmat kubur benar adanya. Hal ini didukung dengan dalil Al-Qur’an, As-Sunnah dan ijmak.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
3. Yang dimaksud berlindung dari fitnah ketika hidup adalah tergoda dengan dunia, syahwatnya, kebodohan di dalamnya, yang paling besar adalah godaan saat akan meninggal dunia. Sedangkan fitnah mati adalah ujian setelah kematian. Ada juga ulama yang menerangkan bahwa fitnah hidup adalah cobaan ketika hidup dan hilangnya kesabaran, sedangkan fitnah mati adalah pertanyaan di alam kubur. Inilah penjelasan hadis no. 983 dari Sunan Abi Daud dalam ‘Aun Al-Ma’bud.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
4. Al-Masih Ad-Dajjal adalah musibah besar yang ada di akhir zaman sehingga seorang muslim wajib meminta perlindungan pada Allah darinya.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Jangan lupa diamalkan ya 🙂

Dikabulkannya Doa Saat Ramadhan

Mengenai ayat dalam gambar di atas, Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan bahwa masalah ini disebutkan di sela-sela penyebutan hukum puasa. Ini menunjukkan mengenai anjuran memperbanyak doa ketika bulan itu sempurna, bahkan diperintahkan memperbanyak doa tersebut di setiap kali berbuka puasa. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 66).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Pernyataan yang dikatakan oleh Ibnu Katsir menunjukkan bahwa bulan Ramadhan adalah salah waktu terkabulnya doa. Namun doa itu mudah dikabulkan jika seseorang punya keimanan yang benar.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Ibnu Taimiyah berkata, “Terkabulnya doa itu dikarenakan benarnya i’tiqod, kesempurnaan ketaatan karena di akhir ayat disebutkan, ‘dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran’.” (Majmu’ah Al Fatawa, 14: 33-34).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Perihal Ramadhan adalah bulan doa dikuatkan lagi dengan hadis dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan doa, akan dikabulkan.” (HR. Al Bazaar. Al Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid, 10: 14 mengatakan bahwa perowinya tsiqoh -terpercaya-. Lihat Jami’ul Ahadits, 9: 224).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Jadi, perbanyak doa di bulan Ramadhan ini, pasti Allah akan kabulkan, jangan khawatir.