Mendatangi Pasangan Ketika Bersyahwat

Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi dari Mu’awiyah yakni Ibnu Shalih, dari Azhar bin Sa’id Al Harazi ia berkata, saya mendengar Abu Kabsyah Al Anmari berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang duduk bersama para sahabatnya, kemudian beliau masuk (ke dalam rumah) dan kembali lagi dalam keadaan telah mandi.
Maka kami bertanya, “Wahai Rasulullah, adakah sesuatu telah terjadi?” Beliau menjawab, “Benar, seorang wanita telah lewat di hadapanku hingga syahwatku terhadap wanita bangkit, maka aku pun mendatangi salah seorang dari istri-istriku dan mencampurinya.
Maka hendaklah kalian melakukan yang demikian itu, karena sebaik-baik dari yang kalian lakukan adalah mendatangi (isteri) yang halal.”
HR. Ahmad

Konten Islami Lainnnya:

– Parno Karena Batuk Corona
– Komik Islami Doa Pejuang Nafkah
– Komik Islami Muslimah Memanah Dan Tahajud
– Komik Islami Hidup Bahagia
– Komik Islami Nasehat Dan Renungan
– Sejarah Masuknya Islam Ke Indonesia Yang Sebenarnya

Selamat Membaca.. Bantu Kami Dengan Donasi.. Dengan Kontak Businessfwj@gmail.com

Agama Bapak Kalian Ibrahim

“Dari mana kamu?” Saya menjawab, saya adalah satu Tanukh. (Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam) bertanya, apakah termasuk orang Islam yang lurus yaitu agama bapak kalian Ibrahim. Saya menjawab, saya adalah utusan suatu kaum, yang beragama dengan suatu agama yang tidak akan saya tinggalkan sehingga saya kembali kepada mereka. Lalu (Nabi Shallallahu’alaihiwasallam) tertawa dan bersabda: “kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” Wahai saudara Tanukh, saya telah menulis suratku kepada Kisra, lalu dia merobeknya dan Alloh akan merobeknya dan merobek kerajaannya. Saya mengirim suratku kepada Najasyi dengan sebuah lembaran, lalu dia membakarnya dan Alloh akan membakarnya dan membakar kerajaannya. Saya telah mengirim kepada temanmu sedang lembaran, lalu dia memegangnya dan orang-orang akan tetap mendapatkan darinya kejelekan walau dalam hidupnya baik. Saya berkata; ini adalah satu dari tiga hal yang dia pesankan kepadaku, lalu saya mengambil satu anak panah dari tempatnya lalu saya tulis dalam kulit pedangku lalu beliau telah menyerahkan lembaran pada seseorang dari sebelah kirinya. Saya bertanya, siapakah orang yang akan membawa surat kalian yang akan membacakan dan kalian? Mereka menjawab, Mu’awiyah. Ternyata dalam surat sahabatku dia mengajakku kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, maka di manakah neraka? 
Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Maha Suci Alloh, di mana malam jika telah datang waktu siang”. (utusan itu) berkata; lalu saya mengambil anak panah dari tempatnya lalu saya menuliskan pada pedangku setelah beliau selesai membaca suratku, beliau bersabda: ” kamu mendapatkan hak, kamu adalah utusan, jika ada pada kami sesuatu yang akan kami berikan kepadamu. kami sedang kehabisan bekal” (utusan itu) berkata; lalu ada seorang laki-laki yang berada pada tengah-tengah mereka memanggilnya. Dia berkata; saya yang akan memberinya hadiah, lalu dia membuka barangnya, ternyata dia membawa perhiasan yang berwarna kuning, lalu dia meletakkannya di pangkuanku, lalu saya bertanya siapakah yang telah memberi hadiah, ada yang mengatakan dia adalah ‘Utsman. Kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Siapa yang akan memberikan penginapan kepada orang ini?” Lalu ada seorang pemuda dari Anshor yang berkata; saya. Lalu pemuda itu berdiri dan saya berdiri bersamanya sampai ketika saya telah keluar dari kelompok majlis. Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam memanggilku dan berkata; kemari wahai saudara Tanukh, lalu saya menemui panggilanya sehingga saya berdiri dari tempat dudukku yang tadi saya berada di situ. Lalu beliau membuka cara duduk ihtiba’nya (duduk dengan mengumpulkan kedua lututnya ditaruh di depan dada). Lalu beliau bersabda: “Kesinilah, lakukan apa yang kau diperintahkan, lalu saya melihat ke belakang punggungnya, ternyata saya melihat stempel di pundak yang paling atas seperti bekas bekam yang besar”.
(HR. Ahmad: 15100)

Sujud Yang Benar

– Yang atas adalah contoh sujud yang benar
– Yang Bawah adalah contoh sujud yang salah
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Seimbanglah saat kalian rukuk dan sujud, dan janganlah salah seorang di antara kalian membentangkan kedua sikunya seperti anjing”
(HR. Darimi)

Celana Cingkrang Dihujat

Pernah ada yang bertanya begini *
.
Apa hubungannya celana cingkrang sama masuk neraka?orang masuk surga itu karna amal ibadahnya kaliii…. bukan karna celana cingkrang  *
.
Ada juga yang pernah komentar begini
.
Kok aneh si masa baca yasin dikuburan aja ga boleh?kan isinya ayat ayat Alquran.alquran kan isinya baik toh. *
.
Atau komentar2 lainnya yang banyak bertanya dan mendebat dalil dalil dr Alquran dan As sunnah.
.
Maka setinggi apapun gelar anda,seluas apapun pemikiran anda,secerdas apapun anda, maka tidak akan mungkin bisa melebihi apa apa yang sudah Allah dan rasulNya sampaikan.
.
Ketika sudah ada dalil sohih maka sudah sepantasnya kita ikuti.Iya….Memang benar surga dan Neraka adalah haq Allah azza wa jala.tapi sungguh sombongnya apabila kita berharap surga dan syafaat dr rasulullah ,tapi masih mempertanyakan kenapa dan kenapa..kalau menurut kita ga nyambung gamau ngerjain ah…kl menurut logika kita bener baru deh mau ngerjain … *
.
Bayangkan.. apa jadinya islam kalau semua pakai logika masing masing? Ada yg enggan berhijab dgn alasan yang penting kan hatinya. Ada yg gamau sholat dgn alasan yg penting inget Allah aja dan berbuat baik.Ada juga yg mungkin akan berzina dgn alasan yang penting masih tetep sholat.
Kalaulah islam itu pakai logika,untuk apa Rasulullah diutus? Semua akan pakai logika masing2 dgn niat yg penting baik aja… *
.
Ibadah suka suka gw aja lah kan yang penting baik. *
.
Kalaulah islam itu agama logika,maka saat batal wudhu wktu buang gas mengapa kita disuruh mengulangi wudhu?mengapa tdk membasuh maaf (dub*r )saja.?
Karna dalilnya kita disuruh Berwudhu ulang ..bukan membasuh dub*r
.
Inilah logika kita kalau kita selalu menomorsatukan logika kita dalam ibadah..Tapi nyatanya tidak bs..karna islam adalah agama dalil.islam adalah agama wahyu. bukan agama logika.
.
Maka sudah seharusnya kita campakkan kecerdasan kita ,apabila sudah berhadapan dgn perkataan Allah dan rasulNya.

Cobaan Yang Berat Untuk Orang Beriman

اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَـنَّةَ وَ لَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ  ؕ  مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَآءُ وَالضَّرَّآءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِ  ؕ  اَ لَاۤ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ
Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan seperti yang dialami orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang dengan berbagai cobaan, sehingga rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.
(QS. Al-Baqarah: Ayat 214)

Azab Di Dunia Dan Akhirat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta ‘ala akan menangguhkan siksaan bagi orang yang berbuat zhalim. Dan apabila Allah telah menghukumnya, maka Dia tidak akan pernah melepaskannya.” Kemudian Rasulullah membaca ayat yang berbunyi: ‘Begitulah adzab Tuhanmu, apabila Dia mengadzab penduduk negeri-negeri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya adzab-Nya itu sangat pedih dan keras.’ (Qs. Huud (11): 102).
(HR. Bukhari)